Example floating
Example floating
Opini

Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka

Avatar photo
×

Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka
(Ket/foto) Afondi Nahak

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

Krisis kepemimpinan pada akhirnya merupakan krisis keberanian moral. Pemimpin tidak cukup hanya menyampaikan komitmen kepada rakyat melalui pidato atau janji politik. Yang lebih penting adalah keberanian mengambil kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, meskipun menghadapi berbagai tekanan politik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

 

Baca Juga :  Spritualitas, Integritas, Kualitas Bernegara POLRI Membangun Negara Hukum Demokratis Konstitusional Indonesia

Menjelang agenda politik di masa mendatang, masyarakat Kabupaten Malaka perlu semakin kritis dalam menentukan pilihan politiknya. Pemimpin ideal bukan hanya mereka yang memiliki popularitas, tetapi juga memiliki rekam jejak integritas, kapasitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Kompol Cosmas Kaju Gae Perlu Ditinjau Ulang

 

Bonus demografi juga tidak akan memberikan manfaat apabila tidak disertai pembangunan kualitas manusia. Generasi muda membutuhkan ruang pendidikan, kesempatan ekonomi, pelayanan kesehatan yang memadai, serta kepemimpinan yang mampu menjadi teladan dalam membangun nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan.

Baca Juga :  Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

 

Pada akhirnya, akar persoalan kepemimpinan terletak pada hilangnya makna amanah dalam praktik kekuasaan. Selama kekuasaan tidak dikembalikan kepada tujuan utamanya sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat, pergantian pemimpin hanya akan menghasilkan perubahan figur tanpa perubahan arah.

Example floating