Example floating
Example floating
Opini

Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka

Avatar photo
×

Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka
(Ket/foto) Afondi Nahak

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Krisis Kepemimpinan Bupati dan Hilangnya Amanah Masyarakat Kabupaten Malaka

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Penulis : Afondi Nahak

 

BELU, RFC – Krisis kepemimpinan di Kabupaten Malaka tidak semata-mata berkaitan dengan kapasitas individu seorang pemimpin. Persoalan yang lebih mendasar adalah terputusnya hubungan antara kekuasaan dan amanah masyarakat. Ketika kekuasaan tidak lagi dijalankan sebagai tanggung jawab publik, melainkan sebagai instrumen kepentingan tertentu, maka kepercayaan masyarakat perlahan akan terkikis.

Baca Juga :  Sengketa Tanah SMA Negeri Perbatasan Lamaknen Selatan, Kepala Suku Raokata Leon Minta Pembangunan Dihentikan

 

Dalam perspektif etika politik, kepemimpinan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Tuhan. Kekuasaan memperoleh legitimasi bukan hanya melalui proses demokrasi, tetapi juga melalui komitmen untuk menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan pelayanan kepada rakyat.

Baca Juga :  PAUD Uma Tolu Jadi Langkah Awal Pendidikan Anak Usia Dini di Dusun Maurae

 

Pemikiran Romo Franz Magnis-Suseno menegaskan bahwa tujuan kekuasaan adalah mewujudkan keadilan, melindungi martabat manusia, dan menjaga kehidupan demokrasi yang sehat. Ketika hukum dan keadilan dikesampingkan demi kepentingan tertentu, maka secara moral kepemimpinan telah kehilangan fondasinya, meskipun secara administratif pemerintahan tetap berjalan.

Example floating