Example floating
Example floating
Opini

Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil

Avatar photo
×

Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil
POTRET EGIDIUS RONIKUNG

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Pemuda juga bisa menjadi motor penggerak inisiatif energi berbasis komunitas, riset lokal, serta pengawasan publik terhadap proyek-proyek pembangunan. Inilah peran penting yang dibutuhkan saat ini: generasi yang tidak hanya bereaksi, tetapi juga mampu menawarkan arah.

Pada akhirnya, refleksi Idul Fitri membawa kita pada satu kesimpulan: pembangunan yang adil hanya mungkin lahir dari cara pandang yang menghormati kehidupan. Transisi energi di NTT harus dijalankan dengan kerendahan hati, keterbukaan, dan kesediaan untuk mendengar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Sebab masa depan yang berkeadilan tidak dibangun oleh proyek yang merasa paling benar, melainkan oleh keputusan bersama yang menghargai manusia dan alam secara setara.

Baca Juga :  BEM STISIP Fajar Timur Soroti Politisasi Rumah Jabatan DPRD Belu, Ancam Aksi Massa

Jika pemuda NTT mengambil bagian dalam proses ini—menjaga ruang hidup, memperkuat pengetahuan publik, dan mengawal arah transisi—maka Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga menjadi energi moral untuk membangun masa depan NTT yang lebih adil dan manusiawi.

Baca Juga :  Refleksi 140 Tahun Kota Kupang: Otonomi sebagai Tanggung Jawab Publik, Bukan Sekadar Kewenangan

Tulisan ini merupakan opini penulis dan tidak mewakili sikap Redaksi Reformanews.com

Example floating