Example floating
Example floating
Opini

Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil

Avatar photo
×

Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Idul Fitri, Ruang Hidup, dan Transisi Energi yang Adil
POTRET EGIDIUS RONIKUNG

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Di sinilah nilai Idul Fitri menjadi relevan. Idul Fitri mengajarkan pemulihan relasi, bukan penaklukan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh dibangun di atas pengorbanan yang tidak adil. Maka, transisi energi yang mengabaikan ruang hidup warga, merusak sumber air, atau melemahkan kohesi sosial, sejatinya telah kehilangan dasar etiknya.

Baca Juga :  Isu-Isu Karier Generasi Muda Di Indonesia: Tantangan Dan Peluang Dalam Menghadapi Dunia Kerja Modern

NTT tentu tidak bisa menutup mata terhadap krisis iklim dan kebutuhan untuk beralih dari energi fosil. Transisi energi adalah keharusan. Namun justru karena penting, maka ia harus dijalankan dengan cara yang benar dan adil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Yang dibutuhkan bukan pilihan sempit antara pembangunan energi atau perlindungan ruang hidup. Yang dibutuhkan adalah transisi energi yang tumbuh dari ruang hidup itu sendiri—bukan datang sebagai kekuatan yang menguasainya.

Baca Juga :  Perencanaan Karier Di Era Modern Menjadi Tantangan Bagi Generasi Muda

Artinya, paradigma pembangunan energi harus diubah secara mendasar. Pembangunan tidak boleh lagi dimulai dari logika proyek semata. Sebaliknya, ia harus berangkat dari pembacaan yang jujur terhadap kondisi wilayah: ekologi, sumber air, fungsi pangan, risiko bencana, serta nilai sosial dan budaya yang hidup di dalamnya.

Example floating