Menurut dr. Meta, perhatian terhadap gizi anak tidak hanya soal makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas.
“Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika anak-anak kita sehat, cerdas, dan terlindungi dari diskriminasi maupun kekerasan,” tambahnya.
Acara ini dikoordinasikan oleh Ketua Panitia Christofel Liyanto, yang juga Bendahara INTI NTT. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari tradisi panjang INTI membantu masyarakat, termasuk ketika NTT dilanda bencana badai Seroja beberapa tahun lalu.
“Sejak berdirinya INTI di NTT, kami selalu mendapat dukungan dari INTI Pusat. Sudah miliaran rupiah bantuan yang disalurkan. Hari ini, giliran anak-anak yang mendapat perhatian khusus. Kami percaya, dari tubuh yang sehat dan gizi yang cukup, akan lahir generasi hebat,” kata Christofel.
Acara ini turut dihadiri Sekda Kota Kupang, Ignasius Replika Lega, mewakili Wali Kota Kupang Christian Widodo. Dari pemerintah pusat, hadir Dr. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu, M.M., Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang mewakili Menteri.














