Sekda Kota Kupang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi sosial. “Generasi emas dimulai dari anak-anak sehat. Dukungan dari INTI dan PINTI sangat membantu program pemerintah daerah,” ujarnya.
Deputi Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, juga menekankan bahwa pemenuhan hak anak adalah amanat undang-undang yang harus dijalankan bersama. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti INTI dan PINTI sangat penting untuk memastikan semua anak Indonesia terlindungi haknya,” katanya.
Acara bakti sosial ini ditutup dengan pembagian paket gizi dan doa bersama. Senyum riang anak-anak menjadi simbol bahwa langkah kecil dapat melahirkan perubahan besar.
Pesan yang menggema dari Kupang jelas: generasi hebat dimulai dari gizi seimbang. Melalui kepedulian INTI-PINTI, anak-anak NTT diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.














