Namun hingga kini, menurut warga, belum terlihat adanya pekerjaan nyata di lapangan. Tidak ada alat berat, material, maupun tim teknis yang datang untuk melakukan penanganan sementara. Akibatnya, masyarakat mulai merasa kecewa karena janji tersebut belum juga terealisasi.
“Waktu kami dengar ada rencana penanganan darurat, kami senang karena pikir jalan segera dibuka kembali. Tapi sampai sekarang belum ada apa-apa. Kami hanya menunggu tanpa kepastian,” kata warga lainnya.
Warga menilai penanganan darurat sangat dibutuhkan mengingat jalan tersebut memiliki peran penting bagi roda ekonomi masyarakat. Mereka tidak menuntut pembangunan besar dalam waktu singkat, namun setidaknya ada langkah sementara agar kendaraan bisa kembali melintas sambil menunggu perbaikan permanen.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang sedang mereka hadapi. Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya hidup dari pertanian, akses jalan yang baik menjadi kebutuhan mendasar. Tanpa jalan yang layak, hasil produksi sulit dipasarkan dan pendapatan warga ikut menurun.












