Para orang tua juga mengeluhkan kondisi ini karena anak-anak sekolah harus menempuh perjalanan lebih jauh dan lebih sulit. Pada musim hujan, jalur alternatif menjadi licin dan berbahaya. Tidak sedikit siswa yang terlambat masuk sekolah karena akses jalan yang terbatas. Hal ini tentu berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, warga juga menyoroti dampak terhadap pelayanan kesehatan. Jika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat, kendaraan sulit menjangkau lokasi. Mereka khawatir apabila ada kondisi darurat seperti ibu hamil yang hendak melahirkan atau pasien yang harus dirujuk segera ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Kalau ada orang sakit malam hari, kami bingung mau lewat mana. Jalan rusak begini sangat menyulitkan. Kami takut kalau ada keadaan mendesak,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya, masyarakat sempat mendengar pernyataan dari Wakil Bupati TTS melalui pemberitaan bahwa pemerintah akan turun melakukan perbaikan sebagai langkah penanganan darurat. Pernyataan tersebut sempat memberi harapan baru bagi warga Desa Lotas yang sudah lama menanti perbaikan akses jalan.












