Dampaknya pun terlihat jelas pada pertumbuhan jumlah pembaca. Sepanjang Juni 2026, trafik harian TAFENPAH secara konsisten berada pada kisaran 1.000 hingga lebih dari 2.500 kunjungan setiap hari. Angka tersebut menjadi bukti bahwa informasi yang lahir dari daerah mampu menjangkau pembaca yang semakin luas, melintasi batas wilayah dan menghadirkan Timor dalam percakapan digital Indonesia.
Jika menilik perjalanan beberapa bulan terakhir, grafik pertumbuhan itu menunjukkan tren yang sangat positif. Pada April 2026, jumlah kunjungan masih berada di kisaran 17 ribu. Memasuki Mei meningkat menjadi sekitar 20 ribu kunjungan. Lalu pada Juni melonjak tajam hingga 35.476 kunjungan, bahkan melampaui capaian Maret 2026 yang berada di kisaran 30 ribu kunjungan. Setiap peningkatan menjadi penegasan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui kerja keras yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu.
Di balik pertumbuhan tersebut, TAFENPAH terus memperkuat perannya sebagai ruang literasi digital yang mendokumentasikan sejarah, budaya, tradisi, bahasa, dan berbagai potensi lokal, khususnya dari Timor dan Nusa Tenggara Timur. Dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai beranda negeri, TAFENPAH menghadirkan narasi bahwa setiap daerah memiliki cerita, gagasan, dan kearifan yang layak dikenal lebih luas oleh Indonesia bahkan dunia.














