Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Di Penghujung Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Menteri AHY Kembali Gebuk Mafia Tanah di Jawa Barat

Avatar photo
×

Di Penghujung Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Menteri AHY Kembali Gebuk Mafia Tanah di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Reporter: Sandra 
Menteri AHY Gebuk Mafia Tanah

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Kabupaten Bekasi – Di penghujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Menteri AHY, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menunjukkan komitmennya untuk memberantas mafia tanah. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Polres Metro Bekasi pada Selasa (15/10/2024), Menteri AHY mengungkap dua kasus tindak pidana pertanahan yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga :  Menteri AHY Apresiasi Dukungan Komisi II DPR RI Terhadap Program Kementerian ATR/BPN

“Walaupun saat ini sudah dekat dengan transisi kepemimpinan, kami tetap fokus pada tugas pokok yaitu memberantas mafia tanah,” tegas Menteri AHY.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Ia mengungkapkan bahwa total potensi nilai kerugian negara dan masyarakat yang berhasil diselamatkan mencapai Rp183.563.890.260.

Baca Juga :  Empat Pilar Kesuksesan di Dunia Kerja, Pesan Wakil Menteri Raja Juli Antoni kepada Lulusan UMM

Kasus pertama melibatkan lima tersangka mafia tanah yang melakukan pemalsuan akta jual beli, dengan total kerugian yang diselamatkan lebih dari Rp4 miliar. Sementara itu, kasus kedua melibatkan dua tersangka yang menduplikasi sertifikat atas nama keluarganya menjadi 39 sertifikat, dengan potensi kerugian mencapai lebih dari Rp179 miliar.

Baca Juga :  Minimalisir Sengketa dan Persempit Ruang Gerak Mafia Tanah, Sekjen Kementerian ATR/BPN Serahkan 3.256 Sertipikat Tanah bagi Masyarakat Jawa Barat

Menteri AHY menekankan pentingnya akurasi dalam menangani kasus-kasus ini, karena setiap rupiah yang diselamatkan sangat berarti bagi rakyat.

“Jika kejahatan pertanahan ini terus terjadi, maka pembangunan yang berkelanjutan akan terganggu, dan keadilan bagi masyarakat pun akan terhambat,” tambahnya.

Example floating