Rakyat Menjerit Karena Minyak Tanah Langka, Feros Naiaki Desak Menteri ESDM Turun ke Perbatasan
Malaka, Reformanews.com — Kelangkaan minyak tanah yang belakangan terjadi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka mulai memantik suara keras dari masyarakat perbatasan. Aktivis muda asal Belu yang dikenal dengan nama Feros Naiaki menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa rakyat kecil di wilayah timur masih menghadapi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
Feros Naiaki yang juga merupakan mantan Ketua PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Cabang Belu periode 2018–2019 menyampaikan bahwa masyarakat kini harus menghadapi situasi yang tidak mudah hanya untuk memperoleh minyak tanah.
Menurutnya, selain sulit didapat, harga minyak tanah di tingkat masyarakat juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibanding sebelumnya.
“Dulu masyarakat membeli minyak tanah sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 per liter. Sekarang di lapangan bisa mencapai Rp8.000 hingga Rp10.000 per liter, bahkan kadang masyarakat tidak kebagian,” ungkap Feros Naiaki dalam pernyataan sikapnya.












