Keluhan itu disampaikan oleh salah seorang sopir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada Reformanews.com, Kamis (10/03/2026). Ia mengaku bingung dengan perbedaan nilai yang tertulis pada karcis dengan jumlah uang yang diminta oleh petugas di terminal.
“Di karcis jelas tertulis retribusi Rp5.000, tapi ketika kami membayar, petugas meminta Rp10.000. Kami tidak tahu kenapa bisa berbeda seperti itu,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan di kalangan sopir bahwa praktik penarikan retribusi di terminal tidak berjalan sesuai dengan ketentuan resmi.
Para sopir menilai perbedaan nominal tersebut patut dipertanyakan karena berpotensi merugikan para pengemudi angkutan umum yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari penumpang.
Para sopir juga mengaku berada dalam posisi sulit. Di satu sisi mereka membutuhkan akses terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, namun di sisi lain mereka merasa terbebani oleh pungutan yang dinilai tidak transparan.
“Kami ini hanya sopir kecil yang cari makan setiap hari. Pendapatan juga tidak menentu. Kalau harus bayar lebih dari yang tertulis di karcis, tentu kami merasa keberatan,” lanjutnya.














