Mahasiswa Magang UNIMOR Soroti Potensi Garam Humusu Wini, Ketua Kelompok Desak Pemda TTU Hadirkan Kepastian Hukum bagi UMKM
BELU, RFC – Potensi tambak garam di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dinilai memiliki prospek besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Namun, hingga kini para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) petani tambak garam masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, terutama terkait legalitas usaha, kepastian hukum, dan sertifikasi lahan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan magang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Timor (UNIMOR) yang berlangsung sejak 6 Juli hingga 6 Agustus 2026 di UMKM tambak garam Humusu Wini.
Ketua Kelompok Mahasiswa Magang, Arnoldus Jansen Nule, mengatakan bahwa selama melakukan observasi lapangan, mahasiswa menemukan besarnya potensi produksi garam yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun di sisi lain, dukungan kebijakan publik dinilai masih belum optimal.














