“Kekuasaan yang digunakan untuk membalas kritik hanya akan melahirkan ketakutan, bukan keadilan. Masyarakat Belu berhak mendapatkan pemimpin desa yang tunduk pada hukum, bukan pemimpin yang diduga menjadikan jabatan sebagai alat menentukan siapa yang boleh maju dan siapa yang harus disingkirkan,” pungkas Melfridus.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Hingga berita ini diterbitkan, Reformanews.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala Desa Loonuna, Maximus Bau Mau, terkait pernyataan Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua tersebut, guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.














