“Kalau musim hujan datang, warga sangat kesulitan karena air masuk dari atap yang bocor. Ini tentu memprihatinkan karena ada lansia dan anak-anak kecil yang tinggal di rumah-rumah tersebut,” tambahnya.
Sebagai Kepala Dusun, Fransiskus juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Belu dan anggota DPRD Belu khususnya yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV agar tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat kecil.
“Kami berharap DPRD Belu yang berasal dari Dapil IV tolong atensi juga soal rumah-rumah tidak layak huni ini untuk diperjuangkan. Jangan hanya menjadi simbol saja sebagai DPRD, tetapi ikut merasakan kesusahan masyarakat ketika rakyat sedang susah,” tegasnya.
Ia berharap adanya program bantuan RTLH maupun intervensi pemerintah daerah sehingga masyarakat Dusun Obasan dapat memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman untuk dihuni.
Fransiskus menegaskan bahwa masyarakat Dusun Obasan sangat membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di wilayah perbatasan tersebut.














