Example floating
Example floating
Berita

Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut

Avatar photo
×

Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut
Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Karcis Rp5 Ribu, Dipungut Rp10 Ribu: Dugaan Pungli di Terminal tipe B Lolowa Disorot, Ketua FOSMAB Belu Minta Petugas Dinas Perhubungan NTT Copot oknum tersebut

BELU, RFC  – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Terminal Tipe B Lolowa kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah sopir angkutan kota (angkot) mengeluhkan adanya ketidaksesuaian antara nilai retribusi yang tercantum pada karcis dengan jumlah uang yang diminta oleh petugas di lapangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang sopir angkot yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan. Kepada Reformanews.com, ia mengungkapkan bahwa para sopir sering diminta membayar retribusi sebesar Rp10.000, padahal pada karcis resmi yang diberikan tertulis nilai Rp5.000.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Moskow, Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dengan Rusia di Tengah Dinamika Global

“Di karcis jelas tertulis Rp5.000, tapi saat membayar kami diminta Rp10.000. Kami juga tidak tahu kenapa bisa berbeda seperti itu. Kalau memang aturannya Rp10.000, harusnya tertulis juga di karcis,” ungkapnya, Kamis (10/03/2026).

Baca Juga :  Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Menurutnya, kondisi tersebut sudah cukup lama dirasakan oleh para sopir angkot yang beroperasi di Terminal Atambua. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan perbedaan nominal tersebut.

Example floating