Example floating
Example floating
Berita

Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Avatar photo
×

Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu
Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

BELU, RFC – Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, kembali angkat suara terkait insiden kecelakaan yang terjadi di wilayah Lamaknen Selatan, tepatnya di Desa Debululik, Kabupaten Belu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Pernyataan tersebut diterima redaksi Reformanews.com melalui pesan WhatsApp pada Senin (30/03/2026).

Baca Juga :  Angin Kencang Diduga Puting Beliung Terjang Wederok, Rumah Warga Rusak

Dalam keterangannya, Melfridus menyoroti kecelakaan yang dialami seorang warga bernama Tobu Koli, yang terjatuh dari jembatan bambu saat mengendarai sepeda motor jenis CRF berwarna hitam. Jembatan tersebut diketahui bukan merupakan hasil pembangunan pemerintah, melainkan dibangun secara swadaya oleh masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Debululik, Sisifatuberlal, dan Lutarato.

Baca Juga :  Paus Jumbo yang Terdampar di Teluk Labuan Kelambu Berhasil Kembali ke Laut Lepas

“Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah potret nyata dari kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat,” tegas Melfridus.

Ia menilai, kondisi tersebut memaksa masyarakat mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari hanya untuk melintasi akses penghubung antarwilayah dengan fasilitas seadanya.

Example floating