Example floating
Example floating
Opini

Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Avatar photo
×

Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan
Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Oleh: Ferdinandus klau seran
Alias Bob Ketua LMND Tangerang Selatan

 

BELU, RFC — Penegakan hukum adalah fondasi utama dalam menjaga ketertiban dan keadilan di tengah masyarakat. Ia seharusnya hadir sebagai alat yang netral, tidak memihak, dan berdiri tegak di atas semua golongan. Namun dalam praktiknya, tidak jarang hukum justru menampilkan wajah yang berbeda—wajah yang tajam kepada yang lemah, tetapi tumpul terhadap yang kuat.

Baca Juga :  Dugaan Penelantaran Istri dan Anak: Keluarga Korban Resmi Laporkan Mahasiswa ke Polres Malaka

Fenomena inilah yang kembali mencuat dalam polemik razia minuman keras yang dilakukan aparat di berbagai daerah, termasuk yang menuai kritik keras dari LMND Tangerang Selatan terhadap kebijakan Polres Malaka.

Baca Juga :  Menakar Lilin Pengorbanan Orang Timor: Untuk Pemimpin yang Setia atau Ambisius?

Kritik ini bukan sekadar reaksi emosional atau bentuk perlawanan tanpa dasar. Ini adalah cerminan kegelisahan publik terhadap arah penegakan hukum yang dinilai semakin menjauh dari rasa keadilan. Sebab, yang dipersoalkan bukanlah keberadaan razia itu sendiri, melainkan cara dan sasaran dari pelaksanaannya.

Example floating