Example floating
Example floating
Opini

Menakar Lilin Pengorbanan Orang Timor: Untuk Pemimpin yang Setia atau Ambisius?

Avatar photo
×

Menakar Lilin Pengorbanan Orang Timor: Untuk Pemimpin yang Setia atau Ambisius?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Lukas Onek Narek, S.H. |  Editor: Redaksi
IMG 20241111 WA0055

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Reformanews.Com, Kota Kupang – Di tengah panasnya situasi politik menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat Timor kembali menjadi pusat perhatian. Tak hanya sebagai pemilih, mereka sering kali menjadi pilar yang menopang karier politik para calon pemimpin.

Baca Juga :  OPINI: Justitia di Ujung Tanjung Kerangan

Namun, pertanyaan mendalam kini muncul: apakah pengorbanan mereka hanya menjadi lilin bagi pemimpin yang ambisius, atau akan membuahkan kepercayaan pada pemimpin yang setia dan berkomitmen untuk membangun daerah?

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Lilin Pengorbanan: Simbol Dukungan Tanpa Batas

Baca Juga :  Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Sejak dahulu, orang Timor dikenal sebagai masyarakat yang loyal. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung sosok-sosok yang dianggap sebagai representasi harapan dan masa depan NTT.

Baca Juga :  Mengenal Tren Karier Anak Muda Indonesia di Era Serba Digital: Dinamika, Tantangan, dan Peluang di Dunia Kerja Modern

Filosofi “lilin” yang kerap digunakan menggambarkan bagaimana masyarakat rela “meleleh” demi menerangi langkah pemimpin yang dipercaya bisa membawa perubahan. Mereka mendukung dengan ikhlas, bahkan saat mereka sendiri kerap diabaikan dalam banyak aspek pembangunan.

Example floating