Example floating
Example floating
Opini

Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Avatar photo
×

Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan
Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Jika memang ada komitmen untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal, maka langkah yang diambil harus lebih strategis. Penelusuran terhadap jaringan distribusi, penguatan intelijen, hingga transparansi dalam proses penindakan menjadi hal yang mutlak diperlukan. Tanpa itu, razia hanya akan menjadi kegiatan seremonial yang minim dampak.

Baca Juga :  Tragedi YBR: Ketika Kemiskinan, Absennya Ayah, dan Negara yang Terlambat Bertindak Bertemu dalam Satu Nasib Anak

Selain itu, pendekatan yang lebih humanis juga perlu dipertimbangkan. Masyarakat kecil yang terlibat dalam peredaran ini sering kali didorong oleh faktor ekonomi. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tidak bisa semata-mata represif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Perlu ada upaya pemberdayaan, edukasi, dan alternatif ekonomi yang lebih layak.
Penegakan hukum yang ideal adalah yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memperbaiki. Ia tidak hanya menindak, tetapi juga mencegah.

Baca Juga :  Menagih Janji di Atas Tanah Rakyat: Nestapa Gedung Polsek Raimanuk yang Terlupakan

Dan yang terpenting, ia harus mampu menghadirkan rasa keadilan bagi semua pihak.
Jika tidak, maka yang terjadi adalah apa yang kita saksikan hari ini: hukum yang kehilangan arah, dan rakyat yang kehilangan kepercayaan.
Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Example floating