“Ini di bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam pemerintahan sudah sesuai apa tidak. Sudah sesuai dengan Pancasila atau tidak, kalau belum ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai dengan Pancasila,” katanya.
Nusron menjelaskan bahwa evaluasi terhadap kebijakan publik merupakan hal yang sangat penting. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat terus berubah sehingga pemerintah tidak boleh berhenti melakukan perbaikan.
Ia menilai kritik yang konstruktif dapat menjadi instrumen untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah tetap relevan, efektif, dan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat luas.
Selain membahas pentingnya kritik dalam tata kelola pemerintahan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda terkait tantangan kebangsaan di era modern. Mahasiswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam mengawal pembangunan serta memberikan masukan bagi penyelenggaraan negara.
Kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar juga dihadiri oleh Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang turut berbagi pandangan mengenai pembangunan nasional dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.














