Menurut Ossy, meningkatnya jumlah bidang tanah yang terdaftar mencerminkan semakin tingginya kebutuhan layanan pertanahan di Sulawesi Tengah. Hal tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus bergerak maju.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran BPN di Sulawesi Tengah untuk tidak hanya mengejar target kuantitas, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan dan akurasi data pertanahan tetap terjaga.
“Jangan sampai mengejar angka keberhasilan, tetapi meninggalkan masalah untuk masa depan. Pak Menteri Nusron selalu mengingatkan, cepat tetapi tetap teliti,” tegasnya.
Selain menyoroti capaian sertipikasi tanah, Ossy juga memberikan apresiasi terhadap dedikasi jajaran Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan di kabupaten/kota se-Sulteng yang tetap bekerja melayani masyarakat di tengah tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah daerah.
Ia menilai semangat pengabdian para pegawai pertanahan menjadi kunci penting dalam mempercepat legalisasi aset masyarakat sekaligus menciptakan kepastian hukum atas tanah.














