Salah satu sopir yang ditemui Media Reformanews.com menyampaikan bahwa kondisi jalan saat ini sangat mengganggu aktivitas transportasi masyarakat.
“Mobil tidak bisa lewat. Kalau motor masih bisa, tetapi harus dipikul. Satu motor Rp10 ribu,” ungkapnya.
Biaya tersebut bukan merupakan pungutan jalan, melainkan biaya jasa bagi warga yang membantu memikul atau mengangkat sepeda motor melewati titik jalan yang rusak agar kendaraan dapat menyeberang dengan aman.
Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya akses transportasi yang kini dihadapi masyarakat. Warga yang menggunakan kendaraan roda dua harus mengeluarkan biaya tambahan agar motornya dapat melewati titik kerusakan jalan yang cukup parah.
Keluhan serupa juga disampaikan Orianto, salah satu sopir bemo yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk mengangkut penumpang. Menurutnya, kerusakan jalan sangat berdampak terhadap aktivitas transportasi dan mata pencaharian para sopir.
Orianto mengaku kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan sulit beroperasi secara normal. Para sopir harus lebih berhati-hati karena selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga dapat menyebabkan kendaraan cepat mengalami kerusakan.














