Ia menambahkan bahwa Gua Maria Bete Raimanus bukan sekadar tempat ziarah, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi umat Katolik di wilayah tersebut.
“Kami berharap, melalui kegiatan sederhana ini, siapa pun yang datang ke sini bisa merasakan kedamaian dan kedekatan dengan Tuhan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga tempat ini tetap bersih, indah, dan layak untuk berdoa,” lanjutnya.
Menurut Adrianus, semangat gotong royong yang ditunjukkan umat menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Gua Maria Bete Raimanus sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi religius di Paroki St. Mikhael Webora yang memiliki daya tarik tersendiri. Selain menjadi tempat doa, lokasi ini juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan, sehingga kerap menjadi tempat refleksi bagi umat yang berkunjung.
Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Sta. Maria Immaculata Rareno berharap agar keberadaan Gua Maria Bete Raimanus terus dijaga dan dilestarikan sebagai sumber berkat, inspirasi, dan penguatan iman bagi generasi mendatang.














