Kakak kandung kedua korban kepada Reformanews.com mengungkapkan bahwa tindakan aparat saat melakukan penggeledahan dinilai berlebihan.
“Satgas tangkap kedua terduga pelaku yang sedang pikul dua balpres, lalu mereka geledah lagi 13 bal di rumah warga tengah malam. Fatalnya, Satgas tidak masuk lewat pintu depan, tetapi memanjat lewat dinding rumah. Setelah masuk, baru membuka pintu dari dalam,” ujarnya kepada media ini melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyebut, saat penggeledahan berlangsung, anggota Satgas sempat menodongkan pistol kepada seorang nenek tua yang berada di dalam rumah tersebut.
“Waktu itu ada nenek tua di dalam rumah dan Satgas menodongkan pistol kepadanya,” katanya.
Akibat insiden tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini pun memicu kemarahan pihak keluarga.
Kakak korban menegaskan bahwa pihak keluarga tidak menerima tindakan yang dilakukan aparat dan berencana membawa persoalan ini ke Polisi Militer (POM) agar ada penanganan serius terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum Satgas di lapangan.














