Ia tidak datang membawa janji besar. Ia datang membawa bukti.
Dan bagi banyak keluarga petani di Malaka, bukti itu kini sedang duduk di bangku sekolah, memakai seragam, membuka buku pelajaran, lalu kembali berani bermimpi tentang masa depan.
Karena kadang, perjuangan paling tulus memang lahir dari orang-orang yang tidak pernah lupa rasanya hidup susah.













