Di akhir kegiatan, yang tersisa bukan hanya buku-buku yang dibagikan, tetapi juga harapan yang ditanam. Sebab pendidikan di pelosok bukan tentang siapa yang paling banyak bicara, tetapi siapa yang paling tulus hadir.
Dan di Forekmodok hari itu, literasi sekali lagi membuktikan dirinya: kecil dalam bentuk, tetapi besar dalam arti. Sebab dari halaman-halaman sederhana, masa depan Malaka sedang ditulis perlahan.













