“Kami sangat mengapresiasi kepala sekolah dan para guru yang sudah memberi ruang bagi kami. Ini bukti bahwa semangat literasi di Kabupaten Malaka masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama,” ungkap Evi Seran.
Dalam kegiatan itu, forum memberikan sosialisasi kepada para guru mengenai pentingnya literasi sebagai fondasi utama pendidikan. Harapannya, para guru yang hadir tidak hanya menjadi pengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi tutor dan penggerak yang mampu menyalakan semangat membaca bagi anak-anak, baik di dalam maupun di luar jam sekolah.
Guru adalah lentera di tengah gelapnya keterbatasan. Dari tangan merekalah cahaya ilmu diteruskan, agar anak-anak tetap mampu melihat masa depan dengan terang.
Forum juga berharap agar ke depan SMPN Forekmodok dapat membangun satu pondok baca atau ruang baca yang nyaman dan menyenangkan. Sebuah tempat sederhana, tetapi cukup untuk menjadi rumah bagi buku-buku dan mimpi anak-anak.
Karena kadang dari sebuah pondok kecil di ujung kampung, lahir pemimpin besar yang dulunya akrab dengan lembaran buku.














