Ia menegaskan, sebagai Ketua Forum Literasi Kabupaten Malaka, dirinya ingin memastikan tidak ada anak di Malaka yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses membaca.
Bagi Evi, buku adalah jembatan menuju masa depan. Dan jembatan itu harus dibangun sampai ke tempat-tempat yang selama ini jauh dari perhatian.
Melihat kondisi SMPN Forekmodok yang hingga kini belum memiliki gedung sekolah yang layak, hati Evi pun ikut tergerak. Di balik keterbatasan itu, ia melihat perjuangan besar yang sedang menunggu untuk diperjuangkan.
Baginya, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah bagi masa depan anak-anak.
Evi pun mendorong pihak sekolah, terutama kepala sekolah, agar segera mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi, termasuk sertifikat tanah, sebagai syarat utama pengajuan proposal pembangunan gedung sekolah baru kepada dinas terkait.
“Kalau kita ingin perubahan, maka langkah awalnya harus dimulai dari kesiapan administrasi. Sertifikat tanah harus dipersiapkan supaya proposal bisa diajukan ke dinas terkait. Ini penting agar pembangunan gedung baru untuk SMP Forekmodok bisa segera diperjuangkan,” tegasnya.














