Example floating
Example floating
Opini

Panen Perdana, Tekad Pertama: Membaca Arah Kepemimpinan Baru Kabupaten Kupang

Avatar photo
×

Panen Perdana, Tekad Pertama: Membaca Arah Kepemimpinan Baru Kabupaten Kupang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Putri B. |  Editor: Redaksi
panen-perdana-tekad-pertama

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Sinyal Perubahan Budaya Birokrasi

Model ini juga mengirim pesan penting bahwa birokrasi tidak hanya bekerja dari balik meja. Turun ke sawah berarti memahami realitas langsung masyarakat, melihat tantangan petani dengan mata kepala sendiri, dan menyusun kebijakan berdasarkan kebutuhan riil.

“Inilah transformasi birokrasi yang kita bawa: dari instruksi ke aksi, dari protokol ke produktivitas,” ujar salah satu kepala dinas yang hadir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Membangun dari Hulu ke Hilir

Hadirnya banyak sektor dalam momen panen ini juga penting dalam konteks sinkronisasi program jangka panjang. Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang butuh dukungan Dinas Pendidikan untuk pelaksanaan di sekolah, Dinas Kesehatan untuk standar gizi, dan Dinas Pertanian untuk pasokan bahan pangan lokal.

Baca Juga :  MK Perpanjang Usia Jabatan Notaris: Solusi atau Kekosongan Hukum?

Dengan kehadiran semua pemangku kebijakan di lapangan, Kupang ingin membangun pola pembangunan dari hulu ke hilir: mulai dari tanah sawah hingga ke piring makan anak-anak sekolah.

Baca Juga :  Gebrakan Yosef Lede: PLTMG Kupang II Siap Dibangun, Tambah 30 MW untuk Daratan Timor

Dalam era kepemimpinan Yosef–Aurum, Kupang tidak lagi menempatkan sektor-sektor pembangunan dalam kotak-kotak birokratis. Semua terhubung. Dan panen ini bukan hanya soal hasil, tapi tentang cara kerja baru yang inklusif, kolaboratif, dan terintegrasi.

Example floating