Sei-news.com, Kupang – Rabies kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam Forum Group Discussion bertema “United for NTT Against Rabies Through Animal Welfare” yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerukan aksi kolaboratif dan masif untuk melindungi masyarakat dari ancaman rabies.
Acara ini diinisiasi oleh JAAN Domestic Indonesia Foundation dengan dukungan Human World for Animals, serta melibatkan Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan komunitas Natha Satwa Nusantara (NSN).
Dalam pidatonya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa rabies adalah ancaman nyata yang selama ini kerap dianggap enteng oleh sebagian masyarakat.
“Masih banyak yang tidak sadar bahwa gigitan hewan pembawa rabies bisa berujung pada kematian. Ini serius. Kita harus dorong kesadaran bersama. Jangan anggap enteng,” tegas Gubernur.
Edukasi, Vaksinasi, dan Regulasi Ketat Atasi Rabies
Gubernur menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh, mencakup edukasi publik, vaksinasi massal hewan peliharaan, hingga pembatasan pergerakan hewan penular rabies.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk menggalang gerakan bersama memberantas rabies dari hulu ke hilir.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat harus terlibat. Edukasi itu penting, vaksinasi harus merata, dan pengawasan lintas wilayah harus tegas. Kalau kita kerja sendiri-sendiri, rabies tidak akan hilang,” tegasnya.














