Example floating
Example floating
Opini

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Avatar photo
×

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Situasi ini jelas bertolak belakang dengan semangat perjuangan Kartini. Ia memperjuangkan agar perempuan memiliki suara, hak untuk berbicara, dan martabat yang dihargai. Namun hari ini, masih banyak perempuan yang suaranya teredam oleh tekanan sosial dan rasa takut.

Meningkatnya kasus kekerasan juga menunjukkan bahwa sistem perlindungan belum berjalan optimal. Edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Banyak masyarakat belum memahami bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga verbal, psikologis, dan ekonomi.
Di sisi lain, penegakan hukum belum sepenuhnya memberi efek jera. Minimnya pendampingan korban, kurangnya bukti, serta praktik penyelesaian damai yang tidak berpihak pada korban membuat banyak kasus tidak tuntas. Ketika pelaku tidak mendapat hukuman yang tegas, kekerasan berpotensi terus berulang.

Baca Juga :  Solidaritas Perempuan Flobamoratas Ajukan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) untuk Mendukung Perjuangan Warga Poco Leok

Seharusnya, Hari Kartini menjadi momentum refleksi, bukan sekadar perayaan. Menghormati Kartini bukan hanya dengan mengenakan kebaya atau menggelar seremoni, tetapi dengan membangun komitmen nyata untuk melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

Tag:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp ReformaNews.Com

+ Gabung

Example floating