Pertanyaannya, apakah semangat Kartini benar-benar hidup dalam realitas sosial kita hari ini?
Jawabannya, belum sepenuhnya.
Perayaan Hari Kartini kerap berhenti pada simbol dan seremoni. Kita mengenang Kartini, tetapi belum sepenuhnya melanjutkan perjuangannya. Kita memuji perempuan dalam kata-kata, tetapi masih banyak perempuan yang hidup dalam ketakutan—bahkan di ruang yang seharusnya paling aman, yaitu rumah mereka sendiri.
Di NTT, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan lagi persoalan tersembunyi. Hampir setiap waktu, muncul kabar tentang anak perempuan yang menjadi korban pelecehan, perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, atau korban yang memilih diam karena takut stigma sosial. Fakta ini menunjukkan bahwa ruang aman bagi perempuan belum sepenuhnya terwujud.
Kabupaten Malaka sebagai bagian dari NTT juga menghadapi persoalan serupa. Di tengah kuatnya nilai adat dan budaya kekeluargaan, masih ada perempuan dan anak yang menjadi korban di lingkungan terdekatnya.














