Example floating
Example floating
Opini

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Avatar photo
×

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Jika kita benar-benar ingin menghormati perjuangan Kartini, maka tidak boleh ada lagi perempuan yang hidup dalam ketakutan. Kita harus berani melawan budaya yang membenarkan kekerasan dan membangun masyarakat yang menghargai martabat perempuan secara nyata.

Merayakan Hari Kartini di tengah meningkatnya kekerasan tanpa tindakan nyata adalah sebuah ironi. Kita memuliakan nama Kartini, tetapi mengabaikan penderitaan perempuan masa kini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Kartini pernah bermimpi agar perempuan Indonesia hidup bermartabat, cerdas, dan merdeka. Namun bagi banyak korban kekerasan, kemerdekaan itu belum sepenuhnya hadir.

Baca Juga :  MK Perpanjang Usia Jabatan Notaris: Solusi atau Kekosongan Hukum?

Selama masih ada anak perempuan yang menjadi korban, selama masih ada perempuan yang mengalami kekerasan, dan selama masih ada suara yang dibungkam, maka perjuangan Kartini belum selesai.
Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa emansipasi bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga tentang hak untuk hidup aman dan bebas dari kekerasan.

Baca Juga :  Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Perempuan tidak cukup dihormati dalam kata-kata, tetapi harus dilindungi dalam tindakan nyata.

Tag:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp ReformaNews.Com

+ Gabung

Example floating