Example floating
Example floating
Opini

Di Antara Kemanusiaan dan Sorotan Publik: Ketika Para Pemimpin Turun Mencari Dito

Avatar photo
×

Di Antara Kemanusiaan dan Sorotan Publik: Ketika Para Pemimpin Turun Mencari Dito

Sebarkan artikel ini
Reporter: Alfonso |  Editor: Redaksi
semua-orang-memiliki-karcis-untuk-masuk-ke-pantai-namun-dito-belum-punya-karcis-untuk-kembali-ke-darat

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Di Antara Kemanusiaan dan Sorotan Publik: Ketika Para Pemimpin Turun Mencari Dito

Di tengah duka dan harapan, kehadiran para wakil rakyat dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Cemara Abudenok menjadi cermin empati sekaligus tanggung jawab moral.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Oleh: Alfonso Molo

RFC, Di tengah debur ombak Pantai Cemara Abudenok, ada sebuah penantian yang sunyi namun menyayat. Penantian seorang ibu, sebuah keluarga, dan masyarakat yang berharap seorang anak bernama Dito bisa kembali ke darat, meski harapan itu semakin menipis seiring waktu yang terus berjalan.

Baca Juga :  Mengenal Tren Karier Anak Muda Indonesia di Era Serba Digital: Dinamika, Tantangan, dan Peluang di Dunia Kerja Modern

Dalam situasi seperti ini, kehadiran siapa pun di lokasi pencarian sesungguhnya memiliki makna yang sama: menunjukkan bahwa duka tidak harus ditanggung sendirian.
Termasuk ketika para pemimpin daerah turut hadir, bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai sesama manusia yang terpanggil oleh tragedi.

Baca Juga :  Tragedi YBR: Ketika Kemiskinan, Absennya Ayah, dan Negara yang Terlambat Bertindak Bertemu dalam Satu Nasib Anak

Anggota DPRD Malaka, Angerius Agustinus Bria, SH., MH, sekaligus Ketua Fraksi NasDem, bersama tim Polres Malaka, terus melakukan upaya pencarian terhadap Dito yang tenggelam pada Minggu, 1 Februari 2026. Pencarian bahkan diperluas hingga ke Pantai Klese Kbe’ek, Desa Weseben, Kecamatan Wewiku. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa harapan, sekecil apa pun, tidak pernah benar-benar ditinggalkan.

Example floating