Di Antara Kemanusiaan dan Sorotan Publik: Ketika Para Pemimpin Turun Mencari Dito
Di tengah duka dan harapan, kehadiran para wakil rakyat dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Cemara Abudenok menjadi cermin empati sekaligus tanggung jawab moral.
Oleh: Alfonso Molo
RFC, Di tengah debur ombak Pantai Cemara Abudenok, ada sebuah penantian yang sunyi namun menyayat. Penantian seorang ibu, sebuah keluarga, dan masyarakat yang berharap seorang anak bernama Dito bisa kembali ke darat, meski harapan itu semakin menipis seiring waktu yang terus berjalan.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran siapa pun di lokasi pencarian sesungguhnya memiliki makna yang sama: menunjukkan bahwa duka tidak harus ditanggung sendirian.
Termasuk ketika para pemimpin daerah turut hadir, bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai sesama manusia yang terpanggil oleh tragedi.
Anggota DPRD Malaka, Angerius Agustinus Bria, SH., MH, sekaligus Ketua Fraksi NasDem, bersama tim Polres Malaka, terus melakukan upaya pencarian terhadap Dito yang tenggelam pada Minggu, 1 Februari 2026. Pencarian bahkan diperluas hingga ke Pantai Klese Kbe’ek, Desa Weseben, Kecamatan Wewiku. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa harapan, sekecil apa pun, tidak pernah benar-benar ditinggalkan.














