Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bahkan menyampaikan bahwa “Adriano sudah menuntun Bapak Menteri untuk datang ke Alor.”
Kalimat tersebut sederhana.
Tetapi pesan demokrasinya sangat kuat.
Seorang mahasiswa yang tidak memiliki kursi kekuasaan ternyata mampu membuka ruang komunikasi hingga persoalan daerah mendapat perhatian langsung pemerintah pusat.
Bukan berarti seorang mahasiswa memiliki kewenangan lebih besar daripada lembaga negara.
Bukan pula berarti DPR dan DPRD tidak bekerja.
Tetapi kisah ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah aspirasi tidak selalu ditentukan oleh jabatan orang yang menyampaikannya.
Kadang-kadang yang dibutuhkan hanyalah keberanian, kepedulian dan kemampuan menyampaikan persoalan secara langsung kepada pengambil kebijakan.
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Para Wakil Rakyat?
Pertanyaan ini mungkin terdengar tajam.
Namun, pertanyaan kritis adalah bagian dari demokrasi.
DPR dan DPRD memiliki mandat yang jauh lebih besar.
Mereka dipilih melalui pemilu.
Mereka memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.














