Di sana terdapat persoalan bibit, alat dan mesin pertanian, air, bendungan, jaringan irigasi, hingga pengembangan komoditas seperti padi, jagung, kakao, kelapa dan jambu mete.
Dari sebuah aspirasi yang disampaikan seorang mahasiswa tentang persoalan daerah, perhatian pemerintah pusat akhirnya sampai langsung ke Alor.
Di sinilah cerita ini menjadi menarik.
Ia Tidak Punya Kursi, Tetapi Punya Keberanian
Adriano bukan pejabat.
Bukan anggota DPR.
Bukan anggota DPRD.
Tidak memiliki kendaraan dinas.
Tidak memiliki staf ahli.
Dan tidak memiliki kewenangan formal untuk memanggil seorang menteri.
Tetapi ia memiliki sesuatu yang tidak kalah penting: keberanian menyampaikan persoalan daerahnya.
Ia melihat persoalan harga beras di daerah asalnya dan memilih untuk menyampaikannya kepada orang yang memiliki kewenangan di bidang pertanian.
Hasilnya bukan sekadar jawaban.
Menteri Pertanian menyatakan akan melihat langsung kondisi Alor.
Dan sehari-hari setelah janji itu? Bukan.
Beberapa waktu kemudian, janji tersebut diwujudkan dengan kunjungan langsung Menteri Pertanian ke Alor pada 8 Agustus 2026.














