Mereka memiliki saluran resmi untuk membawa persoalan masyarakat kepada pemerintah.
Karena itu, kisah Adriano tidak seharusnya dipandang sebagai persaingan antara mahasiswa dan wakil rakyat.
Justru sebaliknya.
Kisah ini patut menjadi cermin.
Jika seorang mahasiswa dapat menyampaikan persoalan harga beras di daerahnya hingga mendapat respons langsung dari Menteri Pertanian dan kemudian menteri datang melihat kondisi Alor, maka para wakil rakyat tentu memiliki ruang dan kewenangan yang jauh lebih besar untuk melakukan hal serupa—bahkan lebih jauh lagi.
Bukan untuk menyaingi mahasiswa.
Bukan untuk mempertentangkan siapa yang paling berjasa.
Tetapi karena mandat yang diberikan rakyat melalui pemilu mengandung tanggung jawab yang besar.
Rakyat tidak memilih wakilnya hanya untuk hadir dalam sidang atau menyampaikan pidato.
Rakyat berharap persoalan mereka diperjuangkan sampai kepada pengambil keputusan.
Aspirasi Jangan Berhenti di Ruang Reses
Masyarakat sering menyampaikan persoalan kepada wakil rakyat.














