“Kami yakin menghadapi bulan suci Ramadan nanti, kami yakin pangan relatif stabil,” ucap Amran dengan optimisme.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla, yang hadir sebagai pihak yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola ketahanan pangan nasional, memberikan sejumlah masukan yang berharga.
Menurut Mentan Amran, JK berbagi pandangan tentang bagaimana ke depan penyerapan gabah dapat dilakukan lebih efektif, serta mengenang keberhasilan program revolusi hijau dan Bimas yang pernah sukses diterapkan di Indonesia.
“Pak JK memberi masukan berdasarkan pengalaman beliau, bagaimana serap gabah dan bagaimana dulu revolusi hijau dan Bimas, itu adalah masukan yang sangat baik untuk kami,” jelas Amran.
Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan yang dirumuskan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pengusaha, dan konsumen. Dengan strategi yang terencana dan dukungan penuh dari Presiden Prabowo, pemerintah optimis dapat mengamankan stabilitas pangan nasional, menjaga kesejahteraan petani, serta memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.














