“Sekarang ini, posisi hari ini average harga seluruh Indonesia itu di bawah HPP. Tetapi kalau kita bedah per provinsi, itu 70 persen provinsi itu harga gabah di bawah HPP, kemudian kurang lebih 30 persen di atas HPP,” ujar Mentan Amran setelah pertemuan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada Bulog untuk mempercepat penyerapan gabah dari para petani guna menjaga harga tetap stabil di tingkat petani. Dengan langkah ini, diharapkan harga gabah dapat lebih seimbang dan memberikan keuntungan yang lebih adil bagi petani, sekaligus mencegah lonjakan harga beras di pasar.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan dana sebesar Rp16,6 triliun untuk disalurkan kepada Bulog tanpa bunga. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan gabah oleh Bulog dan memastikan stok beras tetap aman.
“Masa panen padi yang berlangsung dari Februari hingga April ini adalah momentum yang tidak boleh terlewatkan,” tegas Mentan Amran.
Selain membahas produksi beras, pertemuan tersebut juga menyoroti kesiapan pangan Indonesia menjelang bulan Ramadan. Mentan Amran memastikan bahwa cadangan beras di Bulog tercatat sebanyak 2 juta ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bulan suci Ramadan.














