Reformanews.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas strategi pemerintah dalam mengamankan produksi beras nasional yang mengalami lonjakan tajam, serta langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga beras menjelang bulan Ramadan yang akan datang.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi beras di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025 mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Maret 2025, total produksi beras mencapai 8 juta ton, dan diperkirakan akan mencapai 13-14 juta ton pada bulan April. Lonjakan produksi ini memberikan surplus beras yang cukup besar bagi Indonesia.
Mentan Amran menjelaskan, meski ada surplus, harga gabah di tingkat petani di beberapa daerah masih berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).














