“Akun ini harus ditelusuri. Apakah benar hanya spekulasi, atau ada pengetahuan yang bersumber dari fakta tertentu. Ini penting untuk menghindari pembentukan opini menyesatkan di ruang publik,” kata dia.
Meski bersikap kritis, Wilfrid menyatakan pihaknya tetap menaruh kepercayaan kepada Polres Belu. Ia meyakini dengan kerja profesional, transparan, dan berbasis metode ilmiah, penyidik mampu mengungkap penyebab kematian almarhum secara terang-benderang.
Ia juga mengimbau keluarga dan masyarakat luas untuk menahan diri, tidak menyebarkan asumsi atau narasi yang belum terverifikasi.
“Mari kita kawal proses hukum ini dengan cara yang sehat. Percayakan sepenuhnya pada penyidik, sambil tetap mendorong keterbukaan dan akuntabilitas,” ujarnya.
Kasus Frans Asten kini bukan hanya soal mencari penyebab kematian seorang pejabat daerah, tetapi juga ujian bagi penegakan hukum: sejauh mana aparat mampu menghadirkan keadilan berbasis bukti ilmiah di tengah sorotan publik yang kian kritis.














