Korban menyebut jumlah pelaku yang mengeroyok dirinya mencapai enam orang. Dari seluruh pelaku, ia hanya mengenali satu orang, yakni Yogi Neonbeni, sedangkan lima orang lainnya tidak dikenalnya.
“Mereka ada enam orang. Yang saya kenal hanya Yogi Neonbeni. Lima orang lainnya saya tidak kenal,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, pengeroyokan terus berlangsung hingga dirinya terjatuh dan kehilangan kesadaran di depan rumah warga tersebut.
“Mereka pukul saya sampai jatuh dan pingsan di depan rumah Om Vester Leu. Setelah itu saya sudah tidak sadar lagi dan tidak ingat apa-apa,” tuturnya.
Kesadaran Yohanes baru kembali ketika dirinya telah berada di Rumah Sakit Ben Mboi Kupang. Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana proses evakuasi maupun siapa yang membawanya ke fasilitas kesehatan.
“Saya mulai sadar lagi saat sudah ada di rumah sakit di Kupang,” katanya.
Korban juga mengaku tidak mengetahui kondisi sepeda motornya setelah kejadian tersebut karena saat itu dirinya sudah tidak sadarkan diri.
Lebih lanjut, Yohanes mengaku heran dengan peristiwa yang menimpanya. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah memiliki persoalan pribadi dengan para terduga pelaku, termasuk dengan Yogi Neonbeni yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengannya.
