Hukum Kriminal

Warga Flores–Lembata Tolak Forum Geothermal

Reporter: amor |  Editor: admin
file 000000007fdc81fa9933c7edb4e5bdd0

Warga Flores–Lembata Tolak Forum Geothermal

Flores–Lembata, ReformaNews.com – Ketika sebagian orang berbicara tentang energi masa depan, warga Flores dan Lembata justru mengaku masih bergulat dengan luka masa lalu. Di tengah narasi transisi energi dan pembangunan nasional, mereka memilih mengangkat suara yang selama ini mereka rasakan belum benar-benar didengar. Bukan melalui teriakan di jalan, melainkan lewat sepucuk surat terbuka yang sarat pengalaman, trauma, dan tekad mempertahankan tanah leluhur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Jejaring Komunitas Tolak Geothermal Flores–Lembata menerbitkan surat terbuka bertajuk “Luka Masih Menyengat: Jangan Ajari Kami Cara Berkompromi” tertanggal 18 Juli 2026. Surat tersebut ditujukan kepada Rektor, dosen, dan peneliti Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, IFTK Ledalero, Unika St. Paulus Ruteng, Pemerintah Pusat dan Daerah, PT PLN (Persero), perusahaan pengembang, para uskup, imam, tokoh agama, serta seluruh pemimpin lembaga keagamaan.

Di balik lembaran surat itu tersimpan kisah yang menurut warga lahir bukan dari ruang seminar yang nyaman, melainkan dari tanah yang setiap hari mereka pijak—tanah yang mereka sebut telah berkali-kali menjadi saksi air mata, kecemasan, dan konflik akibat proyek panas bumi (geothermal).

Exit mobile version