“Yogi itu ipar saya. Dia menikah dengan sepupu saya. Kami sebelumnya tidak punya masalah apa-apa. Dengan masyarakat sekitar Ekavalo juga saya tidak pernah bermasalah,” jelasnya.
Ia juga membantah bahwa dirinya berada dalam kondisi mabuk berat saat singgah di lokasi tersebut. Menurutnya, malam itu ia hanya ikut minum bersama dan hanya mengonsumsi dua sloki sopi.
“Awalnya kami hanya cerita biasa. Tidak ada masalah sama sekali. Tapi saat mereka melihat saya membawa satu botol sopi dan meminta untuk diminum bersama, saya tidak memberikannya. Dari situlah kejadian itu bermula,” tutup Yohanes.
Kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Yohanes Naiheli mengalami luka berat tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Hingga kini, korban dan keluarga mengaku masih menantikan kepastian hukum serta perkembangan penanganan perkara dari aparat penegak hukum.
Korban berharap Kepolisian Resor (Polres) TTU dapat memberikan perhatian serius dengan mengusut tuntas kasus tersebut, mengungkap identitas seluruh pihak yang diduga terlibat, serta menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
