Serda Hendrik segera meminta bantuan kepada ABS dan ketiga Kapolsek tersebut untuk mengamankan situasi dan menghentikan aksi brutal para pelaku. Namun, laporan menyebutkan bahwa hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak-pihak yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.
Masyarakat mulai mempertanyakan peran ABS dan ketiga Kapolsek yang dianggap lalai dalam menjalankan tugas mereka sebagai penegak hukum. Kehadiran mereka di lokasi kejadian, namun tidak segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan, telah menimbulkan berbagai spekulasi dan kekecewaan di kalangan warga setempat.
Babinsa Hendrik, yang telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polres Malaka sebagai korban dalam insiden ini, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia mengatakan, sebagai prajurit TNI, ia tidak berani memberi pernyataan lebih jauh tanpa arahan dari atasannya.
Hingga berita ini diturunkan, keempat pejabat yang berada di TKP belum memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Publik mendesak agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kekerasan, serta mengevaluasi peran pejabat yang berada di lokasi kejadian untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.














