“Pangan lokal bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga warisan leluhur yang harus dilestarikan sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim,” tambah Dina Soro, Manager Advokasi dan Kampanye Yayasan PIKUL.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Di bawah kepemimpinan Melki-Johni, Yayasan PIKUL berharap pemerintah daerah mampu merumuskan kebijakan strategis yang mengintegrasikan aspek keadilan iklim, inklusi sosial, dan ketahanan pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Dengan semangat ulang tahun ke-66 NTT, kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menciptakan masa depan NTT yang berkelanjutan, adil, dan inklusif,” pungkas Dina Soro.
Tentang Yayasan PIKUL
Yayasan PIKUL adalah organisasi nirlaba yang fokus pada isu perubahan iklim, ketahanan pangan, serta pemberdayaan kelompok marginal di NTT. Dengan pendekatan partisipatif, Yayasan PIKUL terus berupaya mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat rentan dan pembangunan yang berkelanjutan.














