Dalam RUPS Tahunan, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai indikator penting perbankan, mulai dari perkembangan aset, ekspansi bisnis, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR), hingga target keuntungan perusahaan.
Melkiades mengatakan, forum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para kepala daerah untuk memahami lebih dalam tata kelola dunia perbankan yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami mengecek satu per satu parameter Bank NTT. Dari aset, pengembangan bisnis, sampai CAR. Diskusi tadi membuat kami para kepala daerah semakin memahami seluk-beluk perbankan,” katanya.
Namun sorotan utama publik justru muncul dalam RUPS Luar Biasa. Salah satu keputusan yang paling menyedot perhatian adalah perubahan struktur direksi dan komisaris Bank NTT sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jika sebelumnya direncanakan terdapat tujuh direksi dan lima komisaris, kini struktur tersebut dipangkas menjadi lima direksi dan tiga komisaris.














