Example floating
Example floating
Berita

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Konsolidasi Massa, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Rujab Ketua DPRD Belu

Avatar photo
×

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Konsolidasi Massa, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Rujab Ketua DPRD Belu

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Konsolidasi Massa, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Rujab Ketua DPRD Belu 
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Konsolidasi Massa, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Rujab Ketua DPRD Belu 

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Konsolidasi Massa, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Rujab Ketua DPRD Belu

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

BELU, RFC – Dugaan penggunaan rumah jabatan (rujab) Ketua DPRD Kabupaten Belu sebagai sekretariat partai politik terus menuai sorotan publik. Polemik ini semakin memanas setelah Ketua DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang, memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh media.

Baca Juga :  113 Pejabat Baru Resmi Dilantik di Belu, Vicente Hornai Gonsalfes: Jabatan Bukan Untuk Berkuasa, Tapi Untuk Mengabdi

Dalam upaya konfirmasi yang dilakukan Reformanews.com, Ketua DPRD hanya memberikan jawaban singkat, “silakan tulis, saya tidak mau menanggapi.” Bahkan ketika didesak dengan pertanyaan lanjutan, ia tetap tidak memberikan penjelasan. Sikap tersebut dinilai publik sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai pejabat publik.

Baca Juga :  Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kutuk Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Loonuna, Desak Bupati Belu Segera Copot Kepala Desa loonuna

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua mengecam keras respons tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai pejabat yang menggunakan fasilitas negara, Ketua DPRD semestinya memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Ada Kejanggalan Penyaluran BLT, PKH, dan Bansos di Desa Tohe Kecamatan Raihat, Warga Desak Evaluasi Data Penerima Manfaat

“Ini bukan persoalan sepele. Ketika rumah jabatan diduga dipakai untuk kepentingan partai, maka yang dilanggar bukan hanya etika, tetapi juga kepercayaan rakyat. Lebih memprihatinkan lagi, sikap ‘silakan tulis’ itu menunjukkan bahwa kritik publik dianggap angin lalu,” tegasnya.

Example floating