Selain hasil medis, pihak keluarga juga menyoroti adanya kejanggalan lokasi penemuan kendaraan dan jenazah korban yang dinilai tidak masuk akal secara logika maupun fakta lapangan.
Motor milik korban ditemukan di Kali Keruh wilayah Fatunesuk, Desa Babotin Selatan, sementara jenazah ditemukan di Sungai Wederok dengan jarak mencapai puluhan kilometer.
“Secara logika sangat tidak masuk akal jenazah dapat berpindah sejauh itu secara alami sementara kendaraan tertinggal di lokasi yang sangat berjauhan. Ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak lain,” ungkapnya.
Pihak keluarga juga meminta Polres Malaka memberikan perlindungan maksimal kepada saksi-saksi yang memberikan keterangan dalam pengungkapan kasus tersebut.
Menurut Adventinus, pihaknya siap berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna memastikan keamanan para saksi dari segala bentuk intimidasi.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun agar tidak takut memberikan keterangan kepada penyidik. Identitas dan keamanan saksi harus menjadi prioritas,” katanya.














